Cara Memulai Api

Apa yang Anda Butuhkan?

· Tongkat Kecil

· Rumput Kering / Daun

· Ringan / Cocok (Opsional)

· Pisau (opsional)

· Log

· Air

· Lubang Batu Besar / Api (Opsional)

· Kapak (Opsional)

· Sekop (Opsional)

· Sarung Tangan / Kacamata Pelindung

Tindakan pencegahan

PERINGATAN: Membuat api itu berbahaya dan harus dilakukan dengan hati-hati. Anak-anak di bawah usia 15 tahun tidak boleh menangani api, itu bukan permainan dan tidak pernah boleh bermain dengan api. Jangan pernah membakar plastik dalam api karena bahan kimia berbahaya akan dilepaskan di udara. Jangan membuang kembang api dalam api karena dapat melukai orang, dan merusak properti. Jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan dari api, dan jangan pernah meninggalkan api tanpa pengawasan.

Sebelum kamu memulai

· Ikat rambut yang panjang

· Kenakan alat pelindung (kacamata, sarung tangan, dan sepatu)

· Simpan ember air di dekatnya

· Jauhkan benda yang sangat mudah terbakar

· Siapkan peralatan P3K untuk berjaga-jaga

· Temukan area terbuka yang jauh dari pagar, gudang, dan pohon untuk membuat api

· Pastikan tidak ada kabel atau kabel telepon di atas area yang dipilih

Langkah 1: Bersihkan Ruang Lingkaran di Tanah.

Gali rumput apa saja dengan sekop agar lingkarannya terutama berupa kotoran. Ukuran lingkaran tergantung pada seberapa besar api yang diinginkan. Untuk api besar, bersihkan ruang yang lebih besar dan kumpulkan lebih banyak kayu, tongkat, dan rumput / daun kering. Untuk api kecil, bersihkan tempat yang lebih kecil dan kumpulkan lebih sedikit persediaan.

Langkah 2: Line the Circular Space Dengan Large Rocks.

Ini membantu menahan api, serta menjaganya tetap terisolasi di dalam dinding batu.

PENGECUALIAN: JIKA PIT FIRE MANMADE TERSEDIA, GUNAKAN ITU.

Langkah 3: Tempatkan Stick Kecil dan Ranting di Ruang Lingkaran Sebagai Platform.

Ranting dan tongkat adalah kayu bakar untuk api. Ini adalah dasar untuk api dan akan terbakar setelah sumbu mendapat percikan.

Langkah 4: Tempatkan Rumput Kering, dan Daun di Kindling.

Rumput dan daun kering bertindak sebagai sumbu untuk api. Tinder adalah hal pertama yang menangkap percikan saat dinyalakan. Tinder kemudian mentransfer percikan ke kayu bakar dan menyalakan api.

Langkah 5: Nyalakan Api dengan Lighter atau Matches.

Secara bertahap tambahkan lebih banyak kayu bakar ke api dan tiup di atasnya untuk menghasilkan lebih banyak panas.

PENGECUALIAN: JIKA CAHAYA ATAU PERTANDINGAN TIDAK TERSEDIA MENGGUNAKAN PISAU ATAU ALAT SHARP LAINNYA UNTUK MEMOTONG A "V" DALAM SEPOTONG KAYU DATAR. TEMPAT GIGI KULIT DI NOTCH V-SHAPED UNTUK MENANGKAP EMBER. TEMUKAN STICK PUTARAN, TEMPATNYA DI NOTCH, DAN MENGGUNAKAN PALSU DATAR ANDA. KEMBALI KETAT DAN KATA KUNCI DI NOTCH SAAT DENGAN SEDERHANA MENGEBUTKAN BAWAH DI KAYU KAYU. KETIKA PERENCANAAN DIMULAI UNTUK MELIHAT, MEMINDAHKANNYA KE PILE TINDER DAN MENGALAHKANNYA UNTUK MENCIPTAKAN KEBAKARAN.

Langkah 6: Mulai Menempatkan Kayu di Sekitar Api dalam Pengaturan yang Diinginkan.

Untuk contoh ini, kita akan membangun satu kotak log bertumpuk sekitar dua log tinggi. Di tengah alun-alun, buat bentuk teepee dengan log lain. Pengaturan ini memungkinkan banyak aliran udara melalui struktur. Penting agar oksigen dapat melewatinya karena diperlukan untuk menjaga agar api tetap menyala.

PENGECUALIAN: GUNAKAN AXE UNTUK MENCETAK LOG JIKA DIPERLUKAN.

Langkah 7: Mengawasi Api Sepanjang Malam.

Saat memadamkan api, buang air ke dalamnya untuk sepenuhnya memadamkan bara api panas yang mungkin bisa menyalakan api lain.

Artikel Terkait